Blog

Pola Kehidupan di Pesantren Untuk Bekal Hidup

Pendidikan merupakan suatu hal yang paling penting dalam kehidupan manusia. Sebab dengan pendidikan akan terbentuk pribadi yang berbeda dimasa mendatang. Salah satunya adalah pendidikan di pesantren. Yang memiliki beragam tradisi dan pola kehidupannya yang berbeda dengan pendidikan formal lainnya.

Pesantren yang menggunakan aplikasi pesantren akan memiliki banyak keunggulan dan pesantren mandiri lainnya. Sebab dengan aplikasi tersebut para pengurus tidak perlu lagi direpotkan dengan berbagai masalah administrasi pesantrennya.

Pola Hidup Dan Pendidikan Di Pesantren

Jumlah pesantren di Indonesia sudah mencapai ratusan dengan jumlah santri mencapai puluhan ribu. Namun demikian pola hidup dan pendidikan yang diterapkan pada setiap pesantren tidaklah jauh berbeda. Mereka memiliki tradisi yang menjadi landasan pendidikan utamanya. Tradisi inilah yang kemudian membentuk komitmen kultural sebagai bangsa.

Membentuk akhlak al karimah yang dianggap sebagai penuntun dalam upaya perubahan pendidikan agar selalu berjalan sesuai dengan al-Quran dan hadits. Karena hal inilah yang mampu mempengaruhi pola kehidupan dan pendidikan di pesantren.

Pola Kehidupan Di Pesantren Dengan Pendidikan Karakter

Terdapat 5 pola kehidupan yang membentuk dan membina karakter santri yang sesuai dengan Al-Quran dan hadits. Di antaranya adalah:

  1. Jiwa Keikhlasan

Ikhlas merupakan ruhnya sebuah pekerjaan. Dan melakukannya tanpa ada embel-embel balasan dari mengerjakan pekerjaan tersebut. Di pesantren menerapkan pendidikan keikhlasan dengan beribadah yang tanpa mengharapkan keuntungan.

Dalam aplikasi pesantren terdapat pola pendidikan yang membantu pesantren untuk menerapkan sistem pendidikan yang bisa menumbuhkan santri dan pengurusnya untuk ikhlas.

Jiwa ikhlas wajib dimiliki oleh semua orang yang tinggal di pesantren tanpa terkecuali. Dan untuk bisa menumbuhkannya tentu memerlukan waktu. Namun dengan seiring berjalannya waktu tanpa disadari akan tumbuh jiwa ikhlas dalam diri karena kecintaannya terhadap Allah SWT. Ditambah lagi dengan atmosfer dalam pesantren yang membuat semua itu menjadi terwujud.

  1. Jiwa Kesederhanaan

Seperti diketahui bahwa kehidupan di pesantren memang sederhana. Bahkan ada beberapa pesantren yang menerapkan hidup sangat sederhana. Salah satu contoh adalah budaya antri yang dilakukan para santri ketika akan mandi, makan, mengaji dan lain sebagainya.

Selain itu di pesantren juga membangun usaha yang dilakukan dari santri, oleh santri dan untuk santri. Usaha ini juga terdapat dalam fitur aplikasi pesantren yang akan dengan mudah untuk mengontrolnya.

Selain itu dalam pesantren dibiasakan untuk melakukan ro’an atau gotong royong ketika membersihkan area pesantren. Semua penghuni pesantren turun dalam membersihkan pondok. Hal ini tentu akan menumbuhkan rasa kecintaan dan kebersamaan di dalam pesantren.

  1. Jiwa Kemandirian

Seperti diketahui pula bahwa semua santri akan menetap di pondok selama dia menuntut ilmu. Jadi tidak ada orang tua yang mendampingi untuk belajar dipondok, sekalipun untuk santri yang setara dengan kelas 1 SD. Mengerjakan tugas sekolah juga dikerjakan sendiri

Kemandirian dilakukan sepanjang waktu mulai dari bangun tidur hingga akan tidur kembali. Para santri harus terbiasa dengan mencuci baju sendiri, merapikan kasur, lemari, ruang tidur dan sebagainya dilakukan sendiri tanpa bantuan siapa pun.

  1. Ukhuwah Islamiyah

Dalam Ukhuwah Islamiyah akan mengajarkan santri dalam bersosialisasi dengan lingkungan pesantren termasuk dengan seluruh penghuninya. Menjaga kerukunan di dalam pesantren yang dihuni hingga ratusan santri bahkan ribuan tentunya rentan akan benturan. Hal ini bisa dilihat dalam aplikasi pesantren yang mencatat semua.

Dengan adanya rasa saling memiliki maka akan tumbuh rasa kebersamaan. Sebab para santri memang selalu berkumpul bersama dalam segala kegiatan.